Tampilkan postingan dengan label Atikel islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Atikel islam. Tampilkan semua postingan

13 Februari 2013

SEJARAH SINGKAT DARWINISME

SEJARAH SINGKAT DARWINISME



Sebelum menelaah berbagai penderitaan dan bencana yang ditimpakan Darwinisme kepada dunia, marilah kita mempelajari sejarah Darwinisme secara sekilas. Banyak orang percaya bahwa teori evolusi yang pertama kali dicetuskan oleh Charles Darwin adalah teori yang didasarkan atas bukti, pengkajian dan percobaan ilmiah yang dapat dipercaya. Namun, pencetus awal teori evolusi ternyata bukanlah Darwin, dan, oleh karenanya, asal mula teori ini bukanlah didasarkan atas bukti ilmiah.
Pada suatu masa di Mesopotamia, saat agama penyembah berhala diyakini masyarakat luas, terdapat banyak takhayul dan mitos tentang asal-usul kehidupan dan alam semesta. Salah satunya adalah kepercayaan tentang “evolusi”. Menurut legenda Enuma-Elish yang berasal dari zaman Sumeria, suatu ketika pernah terjadi banjir besar di suatu tempat, dan dari banjir ini tiba-tiba muncul tuhan-tuhan yang disebut Lahmu dan Lahamu. Menurut takhayyul yang ada waktu itu, para tuhan ini pertama-tama menciptakan diri mereka sendiri. Setelah itu mereka melingkupi keseluruhan alam semesta dan kemudian membentuk seluruh materi lain dan makhluk hidup. Dengan kata lain, menurut mitos bangsa Sumeria, kehidupan terbentuk secara tiba-tiba dari benda tak hidup, yakni dari kekacauan dalam air, yang kemudian berevolusi dan berkembang.
Kita dapat

BENCANA KEMANUSIAAN AKIBAT DARWINISME

BENCANA KEMANUSIAAN  AKIBAT  DARWINISME
PENDAHULUAN

PEMBAWA SENGSARA DI ABAD KE-20


Abad ke-20 yang baru saja kita tinggalkan adalah abad peperangan dan pertikaian yang membawa bencana, penderitaan, pembantaian, kemiskinan, dan kerusakan dahsyat. Jutaan orang terbunuh, terbantai, mati kelaparan, terlantar tanpa rumah, tempat bernaung, perlindungan ataupun uluran tangan. Dan semua ini terjadi tanpa tujuan apapun selain demi membela ideologi-ideologi menyimpang. Jutaan orang diperlakuan secara tidak manusiawi yang bahkan binatangpun tidak pantas mendapatkannya. Hampir di setiap waktu dan tempat muncul para penguasa kejam dan diktator yang bertanggung jawab atas segala penderitaan dan bencana ini. Mereka adalah Stalin, Lenin, Trotsky, Mao, Pol Pot, Hitler, Mussolini, Franco.... Sebagian orang-orang ini berideologi sama, sedangkan sebagian lain adalah musuh bebuyutan bagi yang lain. Hanya karena alasan sederhana seperti pertentangan ideologis, mereka menyeret masyarakat ke jurang pertikaian, menjadikan sesama saudara saling bermusuhan, memicu peperangan di antara mereka, melempar bom, membakar dan merusak mobil, rumah, dan pertokoan, serta menggerakkan demonstrasi yang penuh kekerasan. Mereka mempersenjatai orang-orang yang kemudian menggunakannya tanpa belas kasihan untuk memukul pemuda, orang tua, pria, wanita, dan anak-anak hingga mati, atau memaksa orang berdiri menghadap tembok dan menembaknya... Mereka begitu bengis hingga tega mengarahkan senjata ke kepala orang lain dan, dengan menatap matanya, membunuhnya, lalu menginjak kepalanya dengan kaki mereka, hanya karena orang tersebut mendukung paham lain. Mereka mengusir orang-orang dari rumahnya, tidak peduli apakah mereka wanita, anak-anak atau orang tua...
Inilah gambaran singkat tentang bencana di abad ke-20 yang baru saja kita lewati: orang-orang yang mendukung berbagai ideologi yang saling bertentangan, dan yang menenggelamkan umat manusia dalam penderitaan dan genangan darah, dengan mengatasnamakan berbagai ideologi ini.
Fasisme dan Komunisme berada di barisan terdepan dari beragam ideologi yang telah menyebabkan umat manusia menderita di masa suram tersebut. Keduanya seolah terlihat saling bermusuhan, sebagai paham yang berusaha untuk saling menghancurkan. Namun, terdapat fakta yang sungguh menarik di sini: ideologi-ideologi ini tumbuh dan dibesarkan oleh satu sumber ideologis yang sama, serta mendapatkan pengukuhan dan pembenaran dari sumber tersebut. Dan berkat sumberinilah ideologi-ideologi ini mampu menarik masyarakat untuk berpihak kepada mereka. Pada pandangan pertama, sumber ini tidak pernah menarik perhatian siapapun, senantiasa berada di balik layar hingga sekarang, dan selalu menampakkan diri di hadapan umum dengan wajah tak berdosa mereka. Sumber ini adalah filsafat materialisme, dan DARWINISME, yakni bentuk penerapan filsafat materialisme di alam kehidupan.
Darwinisme muncul di abad ke-19 sebagai penghidupan kembali sebuah mitos yang berasal dari bangsa Sumeria dan Yunani Kuno oleh seorang biologiwan amatir Charles Darwin. Sejak saat tersebut, Darwinisme telah menjadi sumber inspirasi utama di balik semua ideologi yang menghancurkan umat manusia. Dengan berkedok ilmiah, Darwinisme memberi jalan bagi ideologi-ideologi tersebut beserta para pendukungnya untuk melakukan tindakan politis demi mendapatkan sebuah pembenaran palsu.
Dengan pembenaran palsu ini, tak lama kemudian teori evolusi meninggalkan bidang ilmu biologi serta palaeontologi, dan mulai merambah ke hubungan antar manusia hingga ke masalah sejarah, serta mempengaruhi bidang-bidang lain, dari politik hingga ke kehidupan sosial. Karena Darwinisme berisi gagasan tertentu yang mendukung sejumlah aliran pemikiran yang mulai mengarah ke pergerakan dan menunjukkan keberadaannya di abad ke-19, Darwinisme mendapatkan dukungan luas dari kalangan ini. Terutama sekali, orang mulai mencoba menerapkan gagasan bahwa terdapat “perjuangan untuk mempertahankan hidup” di antara mahluk hidup di alam, dan, akibatnya, gagasan bahwa “yang kuat bertahan hidup, sedangkan yang lainnya kalah dan musnah” mulai diterapkan pada pemikiran dan perilaku manusia. Ketika pernyataan Darwinisme tentang “alam adalah arena perjuangan dan pertikaian” mulai diterapkan pada manusia dan masyarakat, maka gagasan Hitler untuk membangun ras manusia pilihan, pernyataan Marx tentang “sejarah umat manusia adalah sejarah perjuangan antarkelas masyarakat”, keyakinan kapitalisme bahwa “ yang kuat tumbuh lebih kuat dengan mengorbankan yang lemah,” penjajahan negara dunia ketiga oleh bangsa-bangsa penjajah seperti Inggris, penderitaan bangsa terjajah akibat perlakuan tak manusiawi dari penjajah, perlakuan rasis dan diskriminasi terhadap orang-orang kulit berwarna, kesemuanya ini mendapatkan semacam pembenaran.
Meskipun seorang evolusionis, Robert Wright, pengarang buku The Moral Animal (Moral Binatang), merangkum berbagai bencana kemanusiaan yang ditimbulkan teori evolusi sebagaimana berikut :
Bagaimanapun juga, teori evolusi memiliki sejarah panjang yang sebagian besarnya kelam pada penerapannya dalam masalah kemanusiaan. Setelah bercampur dengan filsafat politik di sekitar peralihan abad ini untuk membentuk ideologi tidak jelas yang dikenal dengan “Darwinisme sosial”, ideologi ini digunakan oleh kaum rasis, fasis dan kapitalis yang tidak memiliki hati nurani.1
Seperti yang akan diuraikan dalam buku ini beserta bukti-bukti yang ada di dalamnya, Darwinisme bukanlah sekedar teori yang berusaha menjelaskan asal mula kehidupan dan hanya terpaku pada bidang ilmu pengetahuan. Darwinisme adalah sebuah dogma yang masih dengan gigih dan keras kepala dipertahankan oleh para pendukung ideologi tertentu, meskipun telah dibuktikan sama sekali keliru dari sudut pandang ilmiah. Di masa kini, banyak ilmuwan, politikus, dan para pemikir, yang menyadari sisi gelap Darwinisme ataupun tidak, mendukung dogma ini.
Jika setiap orang mengetahui ketidakabsahan ilmiah teori ini, yang telah mengilhami para diktator kejam dan mentalitas serta cara berpikir yang bengis, tidak manusiawi dan mementingkan diri sendiri, maka ini akan mengakhiri riwayat ideologi-ideologi berbahaya tersebut. Mereka yang melakukan dan merencanakan kejahatan tidak akan mampu membenarkan tindakan mereka sendiri dengan mengatakan, “Ini adalah hukum alam.” Mereka tidak akan lagi memiliki apa yang disebut dengan pembenaran ilmiah bagi cara pandang mereka yang mementingkan diri sendiri dan tidak mengenal belas kasih.
Ketika pemikiran Darwinisme yang menjadi akar berbagai ideologi berbahaya pada akhirnya dirobohkan, maka hanya ada satu kebenaran yang tersisa. Yakni kebenaran bahwa semua manusia dan alam semesta diciptakan oleh Allah (Tuhan). Mereka yang memahami hal ini juga akan menyadari bahwa satu-satunya kenyataan dan kebenaran yang ada terdapat dalam kitab suci yang Allah turunkan untuk kita. Ketika sebagian besar manusia menyadari kebenaran ini, penderitaan, kesulitan, pembantaian, bencana, ketidakadilan, dan kemiskinan di dunia akan tergantikan oleh pencerahan, keterbukaan, kemakmuran, ketercukupan, kesehatan, dan keberlimpahan. Karenanya, setiap pemikiran menyimpang yang berbahaya bagi kemanusiaan harus terkalahkan dan tersingkirkan oleh ajaran mulia yang membawa keindahan dan kedamaian dalam kehidupan manusia. Membalas batu dengan batu, pukulan dengan pukulan, dan serangan dengan serangan yang lain bukanlah sebuah pemecahan masalah. Pemecahan masalah yang sesungguhnya adalah menghancurkan pola pikir mereka yang melakukan segala tindakan ini, dan dengan sabar dan santun menjelaskan kepada mereka satu-satunya kebenaran untuk menggantikan kesalahan cara berpikir yang mereka anut.
Tujuan penulisan buku ini adalah menunjukkan kepada mereka yang mempertahankan Darwinisme tanpa memahami sisi gelapnya, sadar ataupun tidak, apa yang sebenarnya mereka dukung, dan untuk menjelaskan apa yang akan menjadi tanggung jawab mereka jika tetap berpaling dari kebenaran ini. Tujuan lainnya adalah untuk menyadarkan dan memberi peringatan kepada mereka yang tidak mempercayai Darwinisme, akan tetapi pada saat yang sama tidak juga melihatnya sebagai ancaman bagi kemanusiaan.

20 Desember 2012


petunjuk penggunaan alquran digital
Beberapa kemampuan software Al Quran adalah sebagai berikut:
Menampilkan ayat-ayat Al Quran dalam tulisan Arab dan terjemahan Indonesia
Menampilkan catatan kaki dari Al Quran terjemahan Depag RI
Menampilkan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat) surat Al Baqarah dan surat-surat dalam juz 30
Disediakan indeks menurut subyek
Melakukan pencarian kata dalam terjemahan
Membuat bookmark dari ayat yang dianggap penting
Ayat dalam tulisan Arab dan terjemahan dapat dicopy dan dipaste ke program lain seperti Microsoft Word
Tidak memerlukan instalasi font atau program tambahan
Selanjutnya dijelaskan cara-cara untuk menggunakan fungsi diatas seperti 4 tab disisi kiri Al Quran yaitu content, index, search, dan favorite, juga cara untuk mengopi ayat.

11 Maret 2010

Kelompok Qasidah Mengisi Peresmian Gereja di NTT


Bagi sebagian besar orang, mungkin hal ini merupakan hal biasa dan sekedar berita untuk kemudian dilupakan. Namun, bagi saya, cukup menarik karena berkaitan dengan Aqidah serta toleransi.Bagi saya, Ini lebih dari menarik dari tayangan berbahaya yang menyesatkan seperti Dunia lain, pemburu hantu dsb, karena ini lebih halus, dengan tema toleransi.

Diberitakan, di sebuah daerah di NTT, Peresmian gereja dengan hiburan Qasidah. Dilakukan oleh team Qasidah tentu dengan seragam Qasidah, muslim. Saya langsung berpikir , bagaimana mungkin terjadi, walau ternyata terjadi. Tentu tidak mungkin ada Peresmian masjid dengan hiburan nyanyian dari Persekutuan Do'a? karena temanya toleransi, maka lagu yang dinyanyikanpun "PERDAMAIAN".

Mungkin maksudnya biar akur dan damai antar pemeluk umat beragama khususnya islam dan kristen.

Toleransi memang menjadi keharusan, dalam pengertian tidak saling mengganggu dalam menjalankan ibadah. Tidak ada pemaksaan dalam beragama, tapi bukan menjadi bagian dari toleransi ketika sudah menyangkut ritual, ibadah dsb.

Mungkin maksud dari team Qasidah tersebut, khan tidak ada hubungannya dengan ritual dsb.Namun saya belum pernah melihat hal ini terjadi sebelumnya apalagi pada zaman sahabat. Mungkin diantara ikhwan & Akhwat ada yang mengetahui dalil dalam hal ini, tafadhol.

Makna toleransi, tidak selayaknya menjadikan kita menjadi lemah terhadap prinsip yang seharusnya dipegang. Karena salah satu ciri orang beriman adalah lemah lembut terhadap orang mukmin serta keras & tegas terhadap orang kafir. Tidak boleh merusak tanpa dasar, tetap saling menghargai namun memegang prinsip
prinsip islam, sebagai sebuah dien yang syamil. Wass Wr Wb      sumber : Liputan 6 | 8 September 2006 Kelompok Qasidah Mengisi Peresmian Gereja di NTT                   
   Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Salah satunya seperti yang dilakukan Keuskupan Weetabula yang mengundang kelompok qasidah dalam peresmian gereja di Pulau Sumba, NTT.  Pulau Sumba: Peresmian gereja biasanya dimeriahkan dengan paduan suara yang membawakan lagu-lagu kerohanian. Namun tak demikian dengan peresmian gereja Katolik di Pulau Sumba, Nusatenggara Timur, baru-baru ini. Keuskupan Weetabula mengundang kelompok qasidah dari masjid At-Taqwa untuk meramaikan pemberkatan gereja baru. Panitia mengundang grup qasidah sebagai simbol kerukunan umat beragama di Pulau Sumba yang sangat penting bagi keutuhan bangsa. Apalagi belakangan ini konflik akibat perbedaan kepentingan makin marak. Dalam kesempatan ini, Uskup Gregorius Pereira juga meminta agar umat Katolik lebih mendahulukan kepentingan bersama. Sebagai penutup, peresmian gereja ini dilakukan dengan doa bersama untuk perdamaian di Indonesia.(YAN/Didimus Payong Dore/Liputan6.com)

06 Maret 2010

DOA UNTUK ORAMG YANG SAKIT

SAKIT adalah pengugur dosa bagi insan yg sabar menjalanhnya inilah salah satunya: ALLOHUMMA AJURNI FII MUSIBATI WAHLUFLI WA-ATAKA GHOIRU MINHA... amiiin

Adapun yang lainya adalah : ALLOHUMMA ROBBANASI ADHIBIL BA'SA ISYFI ANTA SYAFI SYIFAAN LA SYIFA UKA SYIFAAN LA YUGODIRU SYAKOMA. atau bisa juga : ALLOHUMMA 'afini FI BADANI ALLOHUMA AFINI FI SYAM'I ALLOHUMMA 'AFINI FI BASHORI. Aamiiin

SELAMAT DATANG SAHABAT, IKHWAN & AKHWAT SEMUA

Siapkan Dan pasang headset anda pabila sedang melihat atau surfing agar tarsa lebih uwenak.... asyiik.

Terima Kasih atas kunjungan Anda


ShoutMix chat widget

slide